Manfaat Air Susu Ibu (ASI) bagi Bayi



Kelahiran seorang buah hati tentu menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu dan membahagiakan bagi seluruh anggota keluarga, khususnya untuk sang ibu. Sang ibu akan memberikan hal yang terbaik untuk buah hatinya. Salah satu nya dengan upaya pemberian ASI.  Namun, sangat disayangkan bahwasanya pengetahuan para ibu tentang pemberian ASI ini pada umumnya terlalu minim. Banyak diantara mereka yang belum terlalu mengerti dan memahami apa saja manfaat dan kelebihan pemberian ASI pada bayi.
ASI selain sebagai sumber nutrisi yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi sosial maupun spiritual, ia juga mengandung, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi. ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding karunia Tuhan yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit.
Berikut beberapa manfaat dan kelebihan ASI yang menjadi alasan kenapa ASI menjadi “wajib” hukumnya untuk pemenuhan kebutuhan gizi bayi Anda:
1. Kaya zat penting yang dibutuhkan bayi
Bila ASI dibandingkan dengan produk susu formula, kandungan gizi ASI jauh lebih unggul dan tak terkalahkan. ASI memiliki semua zat penting yang dibutuhkan oleh sang bayi dalam pertumbuhannya seperti; protein, AA, DHA, Omega 6, laktosa, taurin, laktobasilus, vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin and lisozim yang semuanya dalam takaran dan komposisi yang pas untuk bayi. ASI juga mengandung protein ‘whey’ yaitu sejenis protein yang mudah diserap oleh usus
2. Memberikan kekebalan yang optimal untuk bayi
ASI mempunyai keunggulan lain yaitu untuk pembentukan sistim imun sang bayi. Sistem imum merupakan sistim yang sangat penting untuk sang bayi, semakin baik sistim imun bayi maka akan membuat bayi jarang sakit. Dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI, bayi yang mendapatkan asupan ASI mempunyai sistem imun atau sistem kekebalan tubuh yang jauh lebih baik.
3. Meningkatkan perkembangan mental anak
ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa anak berumur 7 sampai 8 tahun yang memperoleh ASI lebih dari 6 bulan, IQ-nya (Intellegencia Quotient) lebih tinggi daripada anak-anak yang menyusu kurang dari 6 bulan. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan EQ (Emotional Quotient) bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.
4. Mengurangi risiko untuk mendapat alergi
Banyak anak-anak di zaman modern ini memiliki alergi seperti asma, alergi makanan, yang menyebabkan kulit gatal-gatal dan kemerahan. Dengan asupan ASI lebih dari 12 minggu di dalam keluarga yang memiliki riwayat alergi, penilaian risiko terjadinya alergi terhadap bayi adalah lebih rendah dari yang menggunakan susu formula.
5. Mengurangi risiko infeksi usus
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bayi yang diberikan susu formula lebih awal berisiko untuk mendapat infeksi usus seperti diare dan sebagainya. Sebaliknya dengan pemberian ASI secara ekslusif pada bayi sekurangnya selama 6 bulan akan mencegah infeksi usus ini pada bayi.
 6. Tidak basi dan selalu segar
Tidak seperti susu yang lain, ASI tidak akan basi, karena ASI langsung dihasilkan di payudara sang ibu tanpa campur tangan bahan kimia, yang terpenting selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu bergizi seimbang dan tepat, maka ASI yang dihasilkanpun memiliki kualitas yang baik.
 7. Lebih higenis dibandingkan dengan susu Lain
Bila dibandingkan dengan susu formula atau susu kaleng, ASI jauh lebih higienis karena ASI langsung diberikan dari payudara ibu dengan suhu yang tepat sesuai untuk kebutuhan sang buah hati.  Sementara pada susu formula ada kemungkinan susu tercemar dengan senyawa lain entah itu dari bahan susunya sendiri atau dari alat-alat seperti botol dot yang belum tentu bebas dari kuman
 8.  Menguatkan hubungan antara ibu dan bayi
Di sini, kasih sayang antara ibu dan anak akan terbentuk akibat hormon yang diproduksi di dalam tubuh. Bayi yang menggunakan susu formula, mungkin agak sulit bagi ibu membentuk ikatan bersama anaknya. Ia bagaikan satu bentuk alami yang sangat kita butuhkan dan tidak membutuhkan teknologi untuk mencapainya.
9.  Ibu sehat dan cantik
Ibu yang menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin-nya akan bertambah, sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan. Kandungan dan perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut kembali ke bentuk normalnya. Ibu yang menyusui pun bisa menguras kalori lebih banyak, hingga berat tubuh akan cepat kembali seperti sebelum hamil. (hs/psp)
Reaksi:

0 komentar: