JOKOWI : Biarlah Harga Mahal, Negara Harus Belajar Politik-Ekonomi Berdikari



Gambar ini saya dapatkan dari Media Sosial yang beredar di tengah perdebatan BBM, saya belum tahu siapa pertama yang mengunggah, namun gambar ini bagi saya adalah gambaran yang paling tepat untuk penyesuaian harga BBM dan bagaimana mengalihkannya .
Perlu diketahui kita bukanlah penghasil BBM lagi, tak ada lagi sumber-sumber baru sumur minyak yang ditemukan, cadangan kita menipis, sementara untuk memenuhi kebutuhan BBM kita harus membeli dari luar negeri, kebijakan subsidi BBM adalah warisan kebijakan "Politik Logistik" yang di satu sisi menciptakan harga-harga murah namun tidak produktif, di sisi lain negara dibebani hutang yang amat besar. Hutang yang besar akan membebani anggaran negara di kemudian hari, sehingga anggaran tidak leluasa ditanamkan ke dalam hal-hal yang produktif, tapi habis untuk biaya belanja rutin dan membayar hutang baik bunga dan pokok hutang, saya tidak ingin Indonesia terjebak dalam pola anggaran seperti itu. Keuangan kita harus berdaulat. Dengan keuangan yang berdaulat dan tidak terjebak hutang, kita bisa memperbaiki pendidikan anak-anak bangsa kita, memperbaiki kesehatan publik mulai dari Posyandu, Puskesmas sampai Rumah Sakit besar milik Negara.
"Politik Anggaran" pemerintahan saya adalah sebagian besar kekayaan negara digunakan ke sektor-sektor produktif dan sektor pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan perhatian pada kesejahteraan keluarga.
Memang kenaikan harga BBM akan menaikkan harga-harga sehingga daya beli masyarakat menurun, tapi ini pengorbanan kita, daripada negara berhutang, lebih baik negara ini mulai belajar menjalani politik-ekonomi Berdikari, dan ini dilakukan secara bertahap.
Pendidikan murah, Kesehatan Murah, Transportasi Umum murah dan pelayanan publik yang serba cepat adalah tujuan bersama, bila ini terjadi maka perekonomian tumbuh cepat, rakyat bisa tambah sejahtera tapi ini proses, dan bukan sesuatu yang tiba-tiba ada.
Kita harus sabar menjalani....

sumber : https://www.facebook.com/IrHJokoWidodo/photos/a.331546466997473.1073741829.329509440534509/419740301511422/?type=1&fref=nf&pnref=story
Reaksi:

0 komentar: