Perayaan Tuan U Chiek [ Mandi U-SHI ] di Sungai Kapuas Pontianak

Siang itu, mentari di kota pontianak sangat terik, tidak sedikitpun awan yang menghalangi pancaran sinar matahari langsung kebumi, aspal dan seng rumah, bahkan mengeluarkan uap panasnya. beberapa pejalan kaki bahkan menggunakan payung atau hanya sekedar menggunakan jaket tebal.

namun, suasana ini sangat berbeda di tepian sungai kapuas tidak berapa jauh dari ferry penyebrangan siantan - bardan. Ratusan bahkan ribuan warga tiong hoa dan warga sekitar memadati tepian sungai kapuas, beberapa diantaranya bahkan menggunakan kapal,  atau hanya sekedar menggunakan pelampung mengitari lokasi digelarnya perayaan Tuan U Chiek atau Mandi U-SHI di Sungai Kapuas Pontianak.

Tepat pada pukul 11.00 warga yang sudah menunggu ditepian sungai dari tadi, secara serentak turun menceburkan dirinya kesungai, beberapa diantaranya bahkan tidak mempersiapkan pakaian khusus untuk mandi ataupun berenang melainkan hanya menggunakan pakaian ala kadarnya yang mereka pakai saat datang.

Tradisi ini dikenal dengan Perayaan Tuan U Chiek atau Twan Yang atau Mandi U-SHI yang selalu digelar pada tanggal lima dibulan kelima kalender imlek.

Warga yang melakukan mandi ini, bukanlah hanya sekedar mandi, melainkan juga berharap kebaikan pada dirinya dan keluarganya atau sebagai sarana menyampaikan niatan dalam berdoa. Usai mandi, tidak jarang air yang mengalir disungai ini kemudian dibawa pulang kerumah sebagai air kebaikan.



seorang tokoh Tionghoa di Pontianak, Xaverius Fransiscus Asali atau yang juga dikenal dengan nama Lie Sau 
Fat menjelaskan bahwa di Hongkong perayaan ini justru sangat meriah dan dilakukan setiap tahun, ditandai dengan festival perahu naga.  Kegiatan ini diperlombakan dan diikuti banyak negara.

Ia menuturkan, Perayaan Tuan U Chiek dilakukan tidak sembarang waktu, tetapi harus pada saat u-shi, yakni antara pukul 11.00 hingga pukul 13.00. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, mandi di saat u-shi itu 
berguna untuk membuang sial. Segala sifat buruk dan tabiat yang tidak baik dibuang ke sungai, hanyut oleh arus air.

Upacara lainnya adalah mengambil air sungai yang digunakan untuk pengobatan, yakni sebagai campuran untuk pengobatan dengan ramuan tradisional China.

Mengutip buku sejarah Perayaan Tuan U Chiek karya Prof Dr Chau Kwei Fu (1996), Asali memaparkan, Chiu Yuan adalah seorang sastrawan yang memiliki jiwa antikorupsi dan selalu melancarkan kritik kepada 
penguasa melalui syair-syairnya. 

Ia diusir dari kerajaan dan diasingkan. Namun, dalam pengasingan itu ia tetap menyuarakan kebenaran. Sampai akhir hayat, Chiu tidak pernah berkompromi untuk bekerja sama dengan penguasa yang korup. Chiu 
mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri terjun ke Sungai Mi Lo di Provinsi Hunan. Saat itu Chiu berumur sekitar 62 tahun.

Karena rakyat begitu cinta kepada Chiu Yuan, berita tersebut akhirnya menyebar luas dengan cepat. Bahkan pihak kerajaan saat itu pun menyesal dan memerintahkan mencari penyair yang budiman tersebut. 
Rakyat juga spontan membuat kue bak cang dan memberikannya di tempat Chiu hilang, menurunkan perahu-perahu, dan melakukan pencarian jasadnya.

Terkait dengan hilangnya jasad Chiu Yuan ini ada dua versi legenda. Rakyat menceburkan kue bak cang ke sungai dengan tujuan agar jasad pahlawan rakyat ini tidak hancur atau jadi santapan binatang lain 
yang ada di dalam air sehingga tetap utuh.

Legenda kedua, rakyat tidak percaya Chiu Yuan bunuh diri. Kue bak cang mereka taruh di pinggir sungai dengan harapan kalau Chiu lapar, akan mengambil kue tersebut.

Karena tidak pernah ketemu, mereka menganggap Chiu sudah menjadi dewa. Sebagai wujud kecintaan terhadap negarawan ini, rakyat memperingatinya setiap tanggal 5 bulan 5 Imlek.

Sejak itulah orang Tionghoa merayakannya dengan mandi massal dan beramai-ramai naik perahu membawa kue bak cang ke tengah sungai untuk dipersembahkan kepada Chiu Yuan, negarawan yang dicintai rakyat. | Ade Nana


Berikut ini yang berhubungan dengan sungai kapuas.
1. Kapal Mendadak Terbakar disungai Kapuas 
2. Meriam Karbit 
3. ASAL NAMA PONTIANAK
4. LOMBA MERIAM KARBIT
Reaksi:

0 komentar: