Dampak Clash of Clans pada Mental Anak



Hallo,..
Apakabarnya, saya doakan agar kalian semua selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan kecukupan dalam mengarungi kehidupan ini.

untuk postingan kali ini, saya akan mensharingkan perihal permainan online yang saat ini sedang merebak para remaja di seluruh dunia, termasuklah Indonesia.

yup, game tersebut adalah Clash of Clans atau yang akrab disapa COC dan sangat sering dimainkan melalui vendor android/ ios di layar smartphone maupun dekstop.

game strategi keluaran Supercell yang berbasis di Finlandia ini, sebenarnya berdampak sangat besar bagi pembentukan mental anak yang notabene bisa menghabiskan waktu hingga berjam jam dengan ponselnya demi bermain game ini.

beberapa pelajaran yang diajarkan dalam game strategi ini adalah sebagai berikut:

1. Mencuri atau Dicuri
Pada game ini, pemain hanya diberikan dana dan sumberdaya terbatas untuk mengelola pertahanan dan harta bendanya seperti ruang penyimpanan hingga alat pertahanan mereka, sehingga para pemain diharuskan mencuri harta kekayaan dari pemain lainnya guna memenuhi kekurangannya itu. Tidak jarang, aksi pencurian ini dilakukan secara brutal bahkan hingga meluluhlantakkan seluruh basecam orang lain tanpa sisa sedikitpun. hal serupa (pendurian) juuga bisa terjadi dan menimpa bascamp sendiri, sehingga para pemain diharuskan terus menerus mencuri dan meng upgdare seluruh pertahanannya hingga ke mode maksimal.

2. Pamer dan Sombong
Dalam game ini, tidak jarang para pemain membanggakan keberhasilannya dalam mempertahankan basecam nya dari serangan lawan atau pencuri lain, beberapa dengan menyerangnya kembali [membalas serangan] bahkan menshare kehebatannya dalam laman komunitas / clan sehingga beberapa pemaian lainnya merasa tersanjung, merasa lebih semangat, atau merasa akan sangat membanggakan punya pemain yang bisa selalu bertahan dari beragam serangan.. selain pamer bisa bertahan dari serangan lawan, biasanya pemain juga turut memamerkan kehebatannya dalam mencuri hingga meluluhlantakkan pertahanan pemain lain [aneh, mencuri kok bangga ya -__-]

3.Individualis no Sosialis
Disini, para pemain diharapkan membangun pagar pertahanan yang tinggi dan kuat, karena semakin tinggi dan kuat pertahanan pagar pemain maka semakin kuat juga pertahanan dari segala serangan baik pencurian maupun serangan saat perang antar komunitas / clans. Hal ini tentu saja berdampak pada pola pikir pemain yang notabene kebanyakan dari para remaja bahkan anak-anak yang masih belum terlalu banyak mengerti dengan dunia sosial kemasyarakatan, sehingga konsep seperti ini bisa menjadikan si anak tersebut akan lebih suka menyendiri dan membentengi dirinya dari lingkungan sosial, acuh pada lingkungan sekitarnya, dan cenderung membanggakan dirinya sendiri melalui jejaring game coc.

4.Brutal
Dampak yang paling nyata pada game ini adalah, para pemain diminta bertindak layaknya para kaisar jaman dahulu dengan pasukan yang banyak, dan pasukan tersebut harus bisa mengabulkan seluruh keinginan kaisar walaupun harus mengorbankan nyawa mereka sendiri. alhasil, tidak jarang para pemain mengorbankan seluruh pasukannya hanya untuk memperoleh harta kekayaan dari lawan atau memenangkan pertarungan dalam perang antar komunitas / clans. tentunya cara seperti ini bisa berdampak dalam pembentukan karakter si pemain dalam mengambil keputusan / tindakan dalam dunia nyata yang tidak perlu memikirkan dampak positif / negatifnya asalkan keinginannya bisa tercapai.

saya rasa, untuk hari ini sudah cukup segini dulu deh dampak mengkhawatirkan dari permainan coc ini yang sedang digandrungi oleh anak-anak hingga remaja, walaubagaimanapun, permainan strategi ini harus mendapat perhatian dan pengawasan serta penjelasan orang tua pada anaknya dalam bermain game ini, sehingga meskipun sianak bermain dengan game nya, dia juga tidak melupakan kewajibannya sebagai anak dilingkungan keluarga dan tetap bisa bersosialisasi di lingkungan masyarakatnya.


Reaksi:

0 komentar: