Misteri Bekas Kerajaan Tua - Dua Dunia

Andai, seluruh kesultanan di Indonesia berjaya hingga kini . . .
pasti, negeri Indonesia gak bakalan carut marut dengan beragam seliweran informasi yang membuat provokasi antara warga dan pemerintahnya . . .

dalam tayangan dunia lain yang membahas perihal kerajaan siak, Riau dan Majapahit dengan sumpah palapanya.

ada satu tayangan dimana seorang mediator bekas kerajaan siak memberikan informasi yang dianggap palsu, langsung mendapat serangan dari mediator lainnya yang mengaku sebagai "panglima putih"
informasi palsu dan dianggap menyesatkan itu adalah, penjelasan perihal kolam yang diinformasikan sebagai tempat berkumpul para dayang sultan, padahal menurut informasi dari mediator [dato panglima putih], kolam tersebut adalah untuk kegiatan mencuci benda pusaka seperti keris.

tak ayal, mediator yang memberikan informasi palsu tersebut langsung mendapat serangan dan akhirnya dato panglima putih [mediator] memberikan bukti nyata melalui penarikan keris dikawasan sakral tersebut.



dalam mengakhiri penjelasannya, dato panglima putih berpesan bahwa kawasan ini pernah ditinggali oleh sultan, orang yang dipertuan agungkan sebagai pemimpin kalian [warga riau] jadi hormatilah, dan hentikan perbuatan maksiat dibekas tempat para pemimpin kalian ini. [end]

usai menonton adegan pembuktian ini, pikiranku melayang menuju alam lepas .. .
seketika ada angin sejuk menjalar keseluruh tubuhku . . .
dalam setiap hembusannya, ada beragam cerita dan kisah yang berbisik pelan dalam kesendirian dinegeri orang.

yang pertama perihal ketegasan dalam penghakiman informasi yang dianggap menyimpang dan menyesatkan.
terbayang jelas dalam perasaan, betapa jujurnya para kesatria sultan, pegawai istana, bahkan kurasa hingga rakyat jelatanya.

hal ini sungguh terjadi dimasa itu, dimana tidak ada kepalsuan, tidak ada kebohongan, dan tidak ada muka muka palsu didepan belakang.

tidak ada yang berani menentang, tidak ada yang berani berbuat curang, tidak ada demo pemblokiran jalan yang mengatas namakan orang.

tidak ada raungan megaphone, sirene, bahkan pemukulan hingga tembakan apalagi penjatuhan seorang sultan, raja atau pemimpin tertinggi negaranya.
semua bahagia, semua bersuka ria, semua tercukupi kebutuhannya.

Gambar : Istana Kesultana Kadriah Pontianak

di ‪#‎pontianak‬ ada kerajaan yang pernah melegenda karena kedekatan hubungannya dengan negara asing yang pada saat itu sedang berkuasa dalam penjajahan dinegara Indonesia [Belanda].

peninggalannya masih banyak dan masih berdiri kokoh pula, ada masjid kedua setelah masjid jami ssa berdiri dikampung tambelan, yakni masjid "[saya lupa namanya]" dikampung Bansir, pontianak tenggara yang mana setiap saya masuk keruang khusus disamping tempat imam selalu saja merinding melihat kayu nisan kuning bertuliskan waktu dan nama dari seorang mufti kerajaan yang sudah meninggal. [[menurut informasi, tidak ada bukti tertulis khusus terkait masjid ini, kecuali selembar catatan media cetak kalbar yang pernah meliput ttg keberadaan masjid ini tanpa disertakan dasar dan bukti otentik perihal sinkronisasi waktu masehi dan hijriah yang kunilai masih terbilang absurt, meski demikian, saya juga pernah meliput masjid ini dalam segmen ramadhan berdurasi 3-4 menit kalo ga salah sewaktu jadi jurnalis kompas tv pontianak]

ada bekas tembok pertahanan kerajaan yang tebal bagian atasnya mencapai dua kilan atau selebar tubuh manusia dewasa tidak berapa jauh dari istana kesultanan, yang menggambarkan betapa kuat nya kerajaan ini dalam mempertahankan daerah kekuasaan *kala itu.

dan saat ini saya bersyukur, sudah diperkenankan oleh Tuhan Yang Maha Esa tinggal dibawah naungan seorang sultan yang hingga kini masih mempertahankan adat, budaya, dan hukumnya dibawah naungan Kerajaan Melayu Islam Beraja. #BruneiDarussalam
Reaksi:

0 komentar: