Bukan Orangutan, Melainkan seekor BERUK


Pemilik Akun Facebook Polo Panitia Hari Kiamat Ditahan

Setelah ramai diperbincangkan, kasus pembakaran satwa yang diduga orangutan akhirnya mendapat titik terang. mengutif dari laman Profauna Indonesia, 
Kepala Badan Konservasi Suber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Hartono mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Kotawaringin Barat, Kalteng tentang kasus yang menghebohkan itu. Pemilik akun facebook Polo Panitia Hari Kiamat sudah teridentifikasi dan akan segera diminta keterangannya di kantor BKSDA Pangkalan Bun.

Menyulut Kemarahan Nettizen


Kasus pembakaran satwa yang diduga orangutan itu menyulut kemarahan masyarakat di dunia maya. Foto pembakaran orangutan yang diunggah di website lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) dan halaman facebook PROFAUNA Indonesia mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.
Foto pembakaran satwa tersebut yang kemudian diunggah di facebook PROFAUNA Indonesia itu sampai tanggal 24 Juni 2015 pukul 08.00 wib sudah dilihat lebih dari 291.000 orang dan disebarkan (share) sebanyak lebih dari 1500 kali. Beragam kecaman tehadap aksi keji itu muncul dari masyarakat di halaman facebook PROFAUNA Indonesia.
Kristian Hasmadi Lung Eng 
Sgguh keji..cari,tangkap dan adili sipelakunya..mohn info bgi yg tw daerah mana kejadian trsebut..klo itu didaerah wehea,kmi akn adili dgn cara wehea sndiri.


Abelli Leuser 
kejammmm, dilaknat ini pelakunya! ayo kita sebarluaskan berita ini, biar ketahuan pelakunya!


Bukan Orangutan?

ternyata bukan orangutan, melainkan seekor beruk..

sebagaimana dikutif dari situs PROFAUNA Indonesia 

"Bukan Orangutan?

Meski menjadi berita heboh di dunia maya, kasus pembakaran orangutan itu juga memunculkan sedikit perdebatan di kalangan ahli orangutan. Beberapa mengatakan bahwa satwa yang dibakar itu sepertinya bukan orangutan, melainkan beruk."

meski demikian, Profauna Indonesia tetap mengupayakan jalur hukum mengingat pembunuhan satwa liar dihutan seharusnya memiliki izin, yang juga ditulis di laman situsnya.

""Seandainya satwa liar yang dibakar itu bukan orangutan, tetap saja hal ini melanggar etika dan hukum, karena membunuh satwa liar dari hutan itu tetap harus ada izinnya", tegas Swasti Prawidya Mukti, juru kampanye PROFAUNA Indonesia."
Reaksi:

0 komentar: