Puluhan Karung Uang ditemukan Warga


Warga di Jalan Jali-jali, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, dihebohkan dengan penemuan sekitar 20 karung berisi potongan uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Potongan uang tersebut ditemukan pada Jumat (12/6/2015) pukul 16.00 WIB oleh warga setempat. 

"Ada laporan dari saudari Erna yang bilang ada potongan uang kecil di karung dekat rumahnya yang dibuat mainan oleh anak-anak kecil," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota Ajun Komisaris Siswo, Minggu (14/6/2015). 

Puluhan karung tersebut ditemukan di lahan terbuka seluas 15 kali 20 meter milik Ading di Jalan Bakti 2, Pondok Melati. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, ada warga yang menyebutkan karung-karung itu sudah ada sejak seminggu yang lalu. 

Sebelum ditaruh di sana, ada satu unit mobil pikap hitam mendatangi tempat tersebut. Dari mobil itu, ada dua orang yang meminta izin untuk membuang sampah di lahan terbuka milik Ading. 

LIHAT VIDEONYA DISINI



Warga lain sempat berpesan kalau membuang sampah kering masih diperbolehkan. Hal itu disanggupi oleh kedua orang tak dikenal itu. Lalu, mereka meletakkan karung-karung itu di sana. 

"Menurut saksi yang ngobrol sama orang yang buang sampah, itu sampahnya sampah kering dan berasal dari daerah Celepuk Jatimakmur," ujar Siswo. 

Potongan uang di dalam karung itu masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Polisi juga masih mencari dua orang meletakkan karung berisi potongan uang tersebut.

Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Daniel Bolly Tifaona mengatakan, jumlah karung berisi uang yang ditemukan warga sebanyak 62 buah.
Menurutnya, uang yang ditemukan itu merupakan uang asli. "Uangnya asli dan itu milik BI (Bank Indonesia), tapi sebelumnya sudah dihancurkan," kata Daniel pada Sabtu (13/6).
Daniel mengatakan, pihaknya telah memanggil petugas Bank Indonesia terkait penemuan karung berisi uang ini. Kepada petugas, mereka mengaku uang tersebut adalah rijek alias tak layak edar. Oleh karenanya, pihak BI menghancurkannya.

Setelah uang tersebut dihancurkan, oleh pihak ketuga atau rekanan B I, justru malah dibuang di tempat yang tak biasanya.

Seharusnya, uang tersebut dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. "Karena antrean di TPST waktu itu panjang oleh petugas dibuang di situ. Kalau tidak salah dibuang pada tanggal 5 Juni," jelas Daniel.

Daniel menegaskan, pihaknya bakal memanggil rekanan B I untuk dimintai keterangan. Untuk sementara, puluhan karung berisi uang itu diamankan polisi guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Tim Penanggulangan Pemalsuan Uang Bank Indonesia (B I), Aswin Kusatali, mengakui bahwa potongan uang itu milik instansinya. Uang itu sengaja dihancurkan karena rusak dan sudah tidak layak edar lagi.

"Uang itu asli, tapi karena sudah tidak layak pakai maka dihancurkan dan dibuang," kata Aswin kepada wartawan pada Jumat (12/6) malam, di lokasi penemuan.

Menurutnya, potongan uang itu sangat kecil, bahkan satu lembar uang terpotong hingga puluhan bagian. Penghancuran uang itu juga sudah biasa dilakukan dan setelah itu langsung dibuang ke TPST.

"Makanya, kami juga bingung kenapa dibuang di sini, padahal seharusnya di tempat pembuangan sampah akhir," katanya.
Reaksi:

0 komentar: