Valentina : Antara Coklat dan Nafsu Bejat

“Gara-gara cokelat, para gadis terpikat. Akhirnya obral aurat, padahal cokelat banyak dijual di Alfamart. Apa karena sudah terlampau miskin sangat. Hingga hanya untuk sebatang cokelat, rela diajak bermesum di sembarang tempat. Dasar bejat! [*]” Kembali dirimu memaparkan keanehan muda-mudi dengan penuh akurat, demikian pula wabah yang selama ini banyak kulihat.




Entahlah, menjelang 14 Februari kegilaan syahwat muda-mudi terasa begitu meningkat. Terkadang melihat yang demikian sampai membuatku berkerut jidat. Sudahkah rasa malu mereka terkikis hingga habis oleh budaya barat. Padahal apabila suatu kaum mengikuti budaya kaum yang lain tanpa ditelaah dengan cermat, bisa jadi akan membawa pada keburukan atau mudharat.

“Gara-gara boneka, para gadis terpikat jiwa. Akhirnya hati terpesona, lalu pasrah diraba-raba. Apa kehormatan cuma dihargai sebuah boneka berbentuk panda. Tak disadari justru karena sebuah benda, tubuhnya dijadikan eksperimen seksual belaka. Dasar gila! [*]”
Valentine days...Laknat !

Reaksi:

0 komentar: