Anak Pontianak Nanges Meraong di Razia Layangan

Seorang Anak Pontianak menangis histeris saat di dapati membawa layangan oleh petugas razia gabungan layangan dari satuan polisi pamong praja [ satpol pp ] kota pontianak, Kepolisian Resor Kota [ Polresta ] Pontianak, Tentara Nasional Indonesia [ TNI ] Kodam XII Tanjungpura Pontianak, serta camat dan lurah setempat.

sadar akan di tahan oleh aparat gabungan, anak tersebut seketika langsung nangis histeris atau bahasa pontianaknya nangis meraong sambil memegang tiang mobil milik satpol pp pontianak untuk mempertahankan diri, agar tidak dibawa ke kantor satpol pp pontianak.



razia gabungan ini di lakukan, untuk menindak lanjuti keluhan perusahaan listrik nasional [PT PLN] wilayah kalimantan barat area pontianak atas semakin maraknya kerusakan pada jaringan transmisi bertegangan tinggi gardu induk akibat banyaknya tali layangan dari kawat yang menyebabkan blackout atau ledakan pada jaringan.

dalam Press Release nya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kerugian senilai 6,68 miliar rupiah akibat rusaknya transmisi jaringan listrik di Kalimantan Barat. Kerusakan yang di sebabkan tali kawat layangan itu terdiri atas 5,08 miliar rupiah dari listrik yang tidak terjual dan 1,6 miliar rupiah kerusakan alat.

Baca :  MENINGGAL TERSETRUM TALI KAWAT LAYANGAN

Manajer PLN Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) Kalimantan Barat Ricky Cahya Andrian mengatakan, kerugian yang di alami PLN sejak 3 tahun lalu [2013-2016] itu membuat perusahaan terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan.

“Layangan mengganggu jaringan listrik, karena untuk mendistribusikan listrik bagi masyarakat. Biaya perbaikan tidak sedikit,” ujar Ricky sebagaimana di kutif dari solopos.




Gangguan akibat tali kawat layangan ini menyebabkan kerusakan pada gardu induk, meliputi gardu Induk Siantan dan Sungai Raya, Desa Kapur, Parit Mayor, Saigon, Panglima Aim, Ya’m Sabran, Selat Panjang, 28 Oktober, Budi Utomo, Tugu Khatulistiwa, Kebangkitan Nasional, dan Batu Layang.

pada tahun 2016 sendiri, PLN mencatat terdapat sebanyak 463 gangguan jaringan akibat tali kawat layangan meliputi ;
Januari sebanyak 15 Gangguan
Februari sebanyak 22 Gangguan
Maret sebanyak 30 Gangguan
April sebanyak 46 Gangguan
Mei sebanyak 44 Gangguan
Juli sebanyak 43 Gangguan
Agustus sebanyak 89 Gangguan
September sebanyak 35 Gangguan
Oktober sebanyak 33 Gangguan
November sebanyak 16 Gangguan dan
Desember sebanyak 16 Gangguan

sedangkan berdasarkan waktu terjadinya gangguan akibat tali kawat layangan ini terjadi pada;
pukul 18.00 wib ada 15 gangguan,
pukul 17.00 wib dengan 167 gangguan,
pukul 16.00 wib dengan 154 gangguan,
pukul 15.00 wib ada 50 gangguan, dan
pukul 14.00 wib ada 23 gangguan.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Bima Putra Jaya mengungkapkan untuk melindungi gangguan tali kawat layangan pada jaringan transmisi bertegangan tinggi gardu induk, PLN terpaksa menggunakan kelambu agar tidak mengganggu jaringan yang telah ada.

" ini hanya di Kalimantan Barat saja, kami sampai menggunakan jaring-jaring kelambu dengan harapan, distribusi listrik ke Gardu induk tidak terganggu. ini kami coba untuk menghindari adanya gangguan atau pemadaman. Ya ini di Indonesia hanya di Kalimantan Barat saja yang menggunakan kelambu" jelasnya sebagaimana di kutif dari tribun pontianak.

Baca : Tribun Pontianak Media Online Terpercaya Kebanggaan Kalimantan Barat

video ANAK PONTIANAK NANGES MERAONG


:::
dukung kami para creator blog anak-pontianak untuk lebih kreatif lagi dalam menyampaikan konten yang menghibur, kreatif dan informatif secara berkala dengan cara menyisihkan rezeki anda melalui:

Rekening Bank di Indonesia
Bank : BRI
Rekening : 206101002611508
Nama : Ade Nana Supriatna

PAYPAL
https://www.paypal.me/adenana

Terima Kasih ^_^

YOUTUBE

FACEBOOK

BLOG
Reaksi:

0 komentar: