Antara Pajak Kendaraan, Penjajahan dan Upeti untuk Negeri

Jejaring sosial facebook kota pontianak kembali di hebohkan dengan postingan bertemakan Antara Pajak Kendaraan, Penjajahan dan Upeti untuk Negeri dimana negara dinilai bertindak semena-mena pada warganya melalui pajak kendaraan, bagaimana tidak. Sudahlah pajak kendaraan mengalami kenaikan, proses pembuatan STNK, hingga plat kendaraanpun tidak kunjung selesai berbulan bulan, bahkan ada yang mengaku hingga lima tahun belum juga selesai.



Akun facebook Novie Arvizio menuai ratusan komentar dan reaksi berupa like dan emoticon dalam sebuah postingan penomenal pada grup facebook pontianak informasi yang berisi kekesalan dirinya saat pengurusan pajak kendaraan di kantor samsat pontianak.

Novie Arvizio mengungkapkan, lambat dan tidak profesionalnya pelayanan kesamaptaan ini seolah dirinya hidup dengan masih terjajah layaknya jaman penjajahan dahulu, namun bedanya penjajahan yang dimaksud oleh Novie adalah dijajah oleh bangsanya sendiri.

Berikut adalah isi postingan Novie Arvizio


"Bayar pajak kendaraan semue serba naek n nambah.., ganti plat pun mesti nambah uang ganti plat, tp plat nya gak jadi2 hampir ketemu 5th lom jd..
Byr pjak tahunan kendaraan pun mesti nambah lagi uang stiker hologram, tp stiker nya gak ad?? Alasan petugas 'uda habis dr pusatnya..'.
Jd ap gunanya kami bayar uang itu semua??? Sedangkan kami tdk mendapatkannya yg sesuai dg fakta..
Apakah kami mesti ikhlas?? Lebih baik ikhlaskan ke org yg bnr2 tidak mmpu, lumayan loh klw saja satu hr sekalbar byr pajak kendaraan..??
Apakah itu semua bisa dibilang menipu??/ apakah kami blm merdeka??/ masih dijajah??? (Dijajah dg org yg ada di negeri kami sendiri??)"

SENASIB
Ramainya respon dari nettizen pontianak pada kolom komentar dan tanggapan reaksi pada postingan yang berjumlah ratusan, menyiratkan bahwa apa yang di alami oleh Novie juga pernah dialami juga oleh mereka, beberapa diantara mereka bahkan ada yang secara terbuka menyampaikan keluhan dan argumen pribadinya terkait pelayanan petugas kesamaptaan ini.


Uray Ayie
Payah nak cakap lah..
Semue dh tau..
Banyak yang tutup mate...
Tutup telinge...
INDONESIA HEBAT...
Lepas dari penjajah asing sekarang datang pula penjajah dari bangsa sendiri..


Widya Ibrahim
Plat motor sye klo tadag besusol ke samsat tadag jadi2,, pas nag ngambek msh gak di pinta duet rokok.. Sian eehh


Rizhal Di JE
Ganti plat naek 160 rb jadiny 4 bulan


Wike Widowati
Plat mtor udh 4 thn dx jd2,byr pjk jln trs,,alsnny bnyk




TERJAJAH, DIJAJAH DAN UPETI
 Banyaknya nominal yang harus di bayar saat pengurusan pajak kendaraan hingga penggantian plat, dirasa kan oleh para nettizen sebagai upaya penjajahan secara paksa, dimana pada jaman penjajahan terdahulu, para penjajah selalu memaksa dalam meminta upeti dari rakyat nya. Hal ini diungkapkan oleh beberapa nettizen dalam kolom komentarnya.


Arie Utomo
Same jak dgn pungli namenye'kite bayar Pajak masih jak banyak jalan jalan yg rusak dan fasilitas fasilitas yg kurang'Masa sih kite nak balek ke jaman dolok'jaman Belande'kite hrs bayar Upeti utk kepentingan Belande..



A-Nash
INI LAH NEGERI INDONESIA TERJAJAH,..



Nivan Senjaya Kusuma
Ini la wajah indonesia sebenarnya jalanan rusak pajak jalan terus miris liatnya


SOLUSI
Mungkin karena tidak sedikit yang bernasib sama dimana mengalami kenaikan nominal tunggakan pada pajak kendaraan hingga lambatnya proses pembuatan plat nomor kendaraaan, beberapa akun langsung memberikan solusi alternatif untuk beragam permasalahan ini. Tentu saja solusi ini hanyalah bernada candaan saja, karena walau bagaimanapun kondisi fisik dan administrasi kendaraan kita yang layak jalan, itu yang lebih utama.


Roby Alfi Mustafa
usah dibayar biar mati pajak tuh tak ape2 bray... ade razia putar balek kawan



Abu Naim
Osah di bayar lantak die lah mao di tilang ke ape ke, yg penting motor same kite nanti klu kenak tilang agi bilang tak beduet, nak bayar pajak pula makan pon dah susuh2,















Reaksi:

0 komentar: