Perahu Terbelah, 4 Anak TK Tewas di Sungai Kalimantan


Perahu Terbelah, empat Anak TK Tewas di Sungai Silat Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.  Selain anak TK, dua penumpang dewasa juga dikabarkan menjadi korban peristiwa naas tersebut.





Sabtu, tanggal 22 april 2017 sekitar pukul delapan pagi menjadi hari paling naas bagi rombongan taman kanak-kanak paud silat hulu, kabupaten kapuas hulu - kalimantan barat.

Perahu panjang atau biasa disebut long boat atau biasa juga di sebut sampan oleh warga setempat mendadak terbelah menjadi dua setelah bertarung dengan ganasnya arus sungai kala itu hingga akhirnya menabrak batu besar.



Akibatnya, perahu yang ditumpangi oleh sekitar 33 orang tersebut pecah dan terbelah menjadi dua, empat anak tk dari total 13 anak yang ikut dalam perahu tersebut dikabarkan hilang dan baru satu anak yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sedangkan dua orang dewasa juga tidak luput jadi korban keganasan arus sungai (juga belum ditemukan).

Badan SAR Nasional kalimantan barat melakukan evakuasi korban menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya yang juga dibantu oleh warga, perangkat desa hingga tokoh masyarakat.



Informasi ini mengacu pada postingan informasi yang dibuat oleh akun facebook Putra Aditya Dinata pada grup facebook dengan anggota terbanyak di area kalimantan barat ( pontianak informasi ) berikut ini

Putra Aditya Dinata > ‎Pontianak Informasi (PI)
Innalilahiwainalilahi rojiun.
Berita duka dari kalbar.
Kejadian : sabtu 22 April 2017
Pukul : 08:00 pagi.
Perahu (sampan ) terbelah jadi 2 karena melawan arus besar Dan menabrak Batu.
Tkp : sungai silat kapuas Hulu , kec silat Hulu , kab kapuas Hulu , kalbar.
Data penumpang :
13 anak paud TK ( korban 4 anak)
20 orang dewasa ( 2 orang korban)
Yg ditemukan Baru 1 anak Yg 5 msh dlm pencarian.
Kronologi......
Perahu( sampan ) rombongan anak TK paud silat hulu bersama orang tua murid Dan gurunya , sdg acara kunjungan. Tiba " ditengah perjalanan arus besar datang hingga sampan ( Perahu ) hrs melawan arus, namun naas Perahu ( sampan ) menabrak Batu hingga terbelah jadi 2.
Info tambahan.....
Menempuh jalur air krn akses jln darat rusak parah tdk DPT dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4.
Kejadian INI tdk terliput media. Sy berharap info INI tersampaikan ke pemerintah propinsi kalbar , maupun pusat. Atas Kejadian INI , SMG pemerintah daerah kab, propinsi Dan pusat berkenan memperbaiki jln transportasi darat daerah INI....agar Kejadian seperti INI tdk pernah ada Dan tdk terulang lagi.... amin yarroball alamin.
Tlg Bantu viralkan, share, copas atau bagikan, shbt media berita, fb DLL... agar info tersampaikan ke instansi terkait.
Terima kasih.


Postingan ini sendiri mendapat sedikitnya 800 an respon baik suka maupun komentar dari anggota grup pontianak informasi.

Terlepas keakuratan informasi ini, kalimantan barat terutama dikawasan hulu memang masih jauh tertinggal dalam pemerataan infrastruktur , banyaknnya kawasan hutan lindung. Menjadi salah satu penyebab terkendalanya pembangunan  percepatan infrastruktur darat, sehingga warga hulu kalimantan ini lebih memilih menggunakan transfortasi sungai dibandingkan menggunakan jalur darat yang hingga kini masih tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, apa lagi roda empat. Warga yg memilih jalur darat, terpaksa harus berjalan kaki dengan jarak yang lebih jauh dari pada menggunakan jalur sungai.

Sedangkan jalur sungai yang memiliki arus deras dengan bebatuan besar, menjadikan jalur alternatif ini penuh dengan resiko. Sehingga tidak heran untuk warga yang menggunakan jasa perahu dijalur sungai ini, dikenakan tarif yang sangat mahal hingga jutaan, bahkan belasan juta.

Semoga saja peristiwa tragis ini dapat mengetuk hati para pejabat dengan memberikan solusi transfortasi yang lebih baik, aman dan tentu saja terjangkau bagi siapa saja, lebih lebih lagi jika ada jalur darat layak.















Reaksi:

0 komentar: